Wartawan dan Mahasiswa Kutai Timur DEMO, Tuntut Prabowo Cabut Pernyataan “Londo Ireng

Kutai Timur, – Puluhan Perwakilan wartawan dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kutai Timur melaksanakan aksi demonstrasi hari ini untuk menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa wartawan dan LSM adalah bagian dari “London Ireng”. Aksi yang dimulai dari Simpang Empat Patung Singa Sangata Utara berjalan damai menuju Gedung DPRD Kutai Timur. Kamis, (30/07/2026).
Puluhan peserta demo yang datang dari berbagai organisasi pers, himpunan mahasiswa, serta aktivis masyarakat berkumpul sejak pagi hari di lokasi awal aksi. Mereka membawa berbagai spanduk bertuliskan tuntutan agar Presiden Prabowo mencabut pernyataannya yang dianggap menyudutkan dan merendahkan profesi wartawan serta lembaga masyarakat sipil.
Ketua Koordinator Aksi, Jufriadi sebagai Jendral lapangan aksi demo , Raymond yang juga merupakan wartawan dan juga hadir Imran Amir wartawan senior Kutim menyampaikan alasan utama dilakukannya aksi ini.
“Kami sebagai wartawan berperan untuk mengawal kebenaran dan menjadi suara masyarakat. Pernyataan tentang ‘London Ireng’ yang menyangkut wartawan dan LSM sangat menyakitkan hati dan merusak citra serta perjuangan kami yang selama ini bekerja dengan profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam pidato di depan peserta demo.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Konsorsium Mahasiswa Kutai Timur menambahkan bahwa tindakan ini adalah bentuk dukungan mereka terhadap kebebasan pers dan peran penting LSM dalam membangun negara.
“Kami sebagai mahasiswa menyadari bahwa wartawan dan LSM adalah bagian penting dari demokrasi. Pernyataan yang dibuat bisa memberikan dampak negatif terhadap kebebasan berekspresi dan pengawasan masyarakat terhadap pemerintah,” jelas perwakilan mahasiswa tersebut.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB berjalan dengan sangat damai. Peserta demo berbaris rapi saat Menyampaikan aksi protes atas pernyataan Prabowo Simpang Patung Singa dan lanjut aksi demo menuju Gedung DPRD, yang berjarak sekitar 7 kilometer. Beberapa petugas kepolisian ditempatkan untuk mengawal dan menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas.
Banyak warga yang melihat dan memberikan dukungan dengan cara membuka pintu rumah atau toko mereka, serta memberikan air minum kepada peserta demo. Beberapa warga juga bergabung menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan pidato-pidato yang menyuarakan tuntutan mereka.
Di sepanjang jalan, peserta demo mengangkat spanduk dengan tulisan-tulisan seperti “Cabut Pernyataan Londo Ireng!”, “Wartawan Bukan Musuh Negara!”, “Hormati Profesi Kami!”, dan “Mohon Maaf kepada Wartawan dan LSM Seluruh Indonesia!”.
Setelah tiba di halaman Gedung DPRD Kutai Timur, panitia aksi menyampaikan tuntutan utama yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui pihak DPRD Kutai Timur:
1. Mencabut seluruh pernyataan terkait “London Ireng” yang menyangkut wartawan dan LSM, karena dianggap tidak sesuai dengan fakta dan merendahkan peran serta kontribusi kedua kelompok tersebut dalam pembangunan negara.
2. Memohon maaf secara terbuka kepada seluruh wartawan, LSM, dan masyarakat Indonesia atas pernyataan yang telah menyebabkan keresahan dan merusak citra profesi serta organisasi yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Perwakilan dari DPRD Kutai Timur menerima surat pernyataan dari para aksi dan menyampaikan bahwa isi surat tersebut akan segera disampaikan kepada pemerintah pusat serta menjadi bahan pembahasan dalam rapat paripurna DPRD Kutai Timur.
“Kami memahami perasaan saudara-saudara wartawan dan mahasiswa. Surat tuntutan ini akan kami sampaikan dengan segera dan kami akan mendorong agar pemerintah pusat memberikan tanggapan yang jelas dan tepat,” ujar perwakilan DPRD tersebut.


Sebelum acara demo ditutup, salah satu peserta yang merupakan wartawan muda menyampaikan harapannya. “Kami bukanlah kelompok yang ingin merusak negara. Kami hanya ingin bekerja dengan baik dan mendapatkan penghormatan yang layak. Semoga pernyataan itu bisa dicabut dan pemerintah bisa memberikan maaf yang tulus,” katanya.
Aksi demo ditutup dengan doa bersama dan penyampaian apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta pihak kepolisian yang telah membantu menjaga keamanan. Peserta kemudian kembali pulang dengan tetap menjaga ketertiban dan keramahtamahan. ( Ir )..




