Pemkab Kutim Fokus Pembangunan Berkelanjutan, Anggarkan Rp 1,8 Triliun untuk MYC

Realitasino.com — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim resmi menyepakati anggaran sebesar Rp 1,8 triliun untuk pembangunan melalui skema Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract/MYC) yang tertuang dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan pada Rapat Paripurna ke-XI DPRD Kutim, yang digelar di Ruang Sidang Utama, Jumat, 21 November 2025.
Bupati Kurim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa anggaran MYC difokuskan pada pembangunan infrastruktur prioritas dan layanan publik. Beberapa program yang tercakup di dalamnya antara lain pembangunan dan peningkatan jaringan jalan, jembatan penghubung, sistem drainase, serta lanjutan pembangunan pelabuhan.
Selain sektor infrastruktur dasar, skema ini juga mengalokasikan anggaran untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK), pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan UMKM Centre, serta sarana prasarana pemerintah yang menunjang pertahanan wilayah.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa skema MYC adalah langkah percepatan pembangunan yang terarah dan terukur.
“Melalui skema MYC ini kita menunjukkan porsi yang lebih cukup untuk pembangunan infrastruktur, seperti yang kita ketahui Kutim baru berumur 26 tahun yang mana persentase infrastrukturnya masih jauh kurang, saya berharap dalam 5 tahun terakhir ini infrastruktur Kutim bisa mencapai 60% atau 70%, sehingga memudahkan Kutim siap untuk berkembang,” ucap Ardiansyah Sulaiman.
Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutim atas dukungan dan kerjasama dalam pembahasan hingga tercapainya kesepakatan tersebut.
Dengan disahkannya pembiayaan MYC ini, Pemkab Kutim berharap percepatan penyelesaian proyek strategis dapat terwujud dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup serta daya saing daerah. Pemerintah juga menegaskan komitmen bahwa seluruh tahapan pekerjaan akan dilakukan secara bertahap, transparan, dan berorientasi pada hasil. (Adv/Diskominfo Kutim/Fredy)




