ADVERTORIALHEADLINEPemkab Kutai TimurTERKINI

Festa Adat Pelas Tanah 2025 Resmi Ditutup, Ketua Adat Besar Kutai Kutim: “Kita Sukses Berkat Kebersamaan Masyarakat”

Realitasindo.com – Rangkaian Festa Adat Pelas Tanah ke-10 tahun 2025 resmi ditutup pada Sabtu malam (6/12/2025) di Lapangan STQ Sangatta. Ketua Adat Besar Kutai Kutai Timur, H. Sayid Abdal Nanang, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh prosesi adat selama empat hari berturut-turut yang berjalan aman, meriah, dan penuh kekhidmatan.

Sebelumnya, pada acara pembukaan Jumat malam (5/12/2025), Wakil Bupati Kutim, H. Mahyunadi, mewakili Pemkab Kutim memberikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.

“Pelas Tanah adalah akar identitas masyarakat Kutai Timur. Pemerintah hadir untuk memastikan budaya kita terus berkembang, tidak pudar oleh zaman,” ujarnya.

Mahyunadi menambahkan bahwa nilai budaya warisan leluhur harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa kita memiliki warisan besar yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian sosial terhadap daerah lain yang tengah tertimpa musibah. “Mari kita panjatkan doa untuk saudara kita di Sumatra, semoga diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian,” imbuhnya.

Setelah seluruh rangkaian selesai, Ketua Adat Besar Kutau Kutim, H. Sayid Abdal Nanang, menegaskan bahwa seluruh ritual utama telah dilakukan sesuai tradisi, mulai dari pemotongan sapi untuk bepelas, pengambilan darah, hingga penyucian simbolik di berbagai titik penting seperti rumah Ketua Adat, Kantor Bupati, hingga fasilitas umum lainnya.

“Festa Adat Plastana tahun 2025 kita anggap sukses atas dukungan seluruh masyarakat dan para pendonor seperti PT KPC, PT PAMA, dan KT Prima Coal,” ujar Nanang di hadapan ratusan warga yang memenuhi arena penutupan.
Ia menekankan bahwa Plastana memiliki makna penting sebagai ritual penyucian alam. “Tujuannya untuk membersihkan air, udara, sungai, laut, tanah, dan seluruh wilayah di 18 kecamatan Kutai Timur,” jelasnya.

Nanang juga menyampaikan harapan agar keselamatan dan keberkahan terus menyertai Kutai Timur, apalagi melihat bencana besar yang menimpa sejumlah daerah di Sumatra.

“Kita berperasungkawah kepada saudara-saudara kita di Aceh dan Padang yang mengalami musibah besar. Semoga kita dijauhkan dari kejadian serupa,” tuturnya.

Festa Adat Plastana 2025 disebut membawa semangat baru persatuan adat dan masyarakat lintas suku. Nanang berharap kegiatan ini kembali menjadi wadah perekat budaya setelah beberapa tahun terakhir terjadi penurunan partisipasi. Ia menegaskan komitmen untuk merangkul seluruh paguyuban agar Plastana kembali menjadi festival budaya terbesar di Kutai Timur.(adv/Diskominfo Kutim/Ridwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button