Berita DaerahHEADLINEKutai TimurTERKINI

Herlan: 50 Ribu Benih Ikan Kakap Di Muara Gabus Untuk menuju Wisata Pulau Perancis diKutim

Realitasindo.com– Herlan Mappatiti tidak hanya sebagai penggagas Pulau Perancis di Kutai Timur, namun juga sekaligus menjadi pemilik tambak ikan yang terletak di muara gabus tersebut sebelum arah menunju kepulau perancis. Setelah melakukan penaburan sebanyak 50 ribu benih ikan kakap yang berasalnya dari bali pada hari Senin (08/06/2026), ia kini fokus untuk mengembangkan pulau ini menjadi destinasi wisata yang menarik sekaligus pusat budidaya ikan yang berkelanjutan di muara gabus.

Sebagai penggagas pulau, Herlan telah merencanakan berbagai upaya untuk meningkatkan daya tarik Pulau Perancis. Mulai dari pengembangan spot wisata alam seperti pantai yang masih terjaga keasriannya, hingga pembangunan fasilitas pendukung yang ramah lingkungan. Kini, dengan adanya tambak ikan yang baru saja ditabur 50 ribu benih ikan kakap dan difungsikan sebagai tempat wisata memancing, ia berharap dapat menciptakan sinergi yang optimal antara sektor pariwisata dan usaha budidaya perikanan.

“Saya melihat potensi luar biasa di Pulau Perancis. Sebagai pengelolah pulau, saya ingin menjadikan tempat ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi liburan pantai, tetapi juga sebagai tempat wisata memancing dan edukasi budidaya ikan. Sementara sebagai pemilik tambak, saya berkomitmen untuk menjalankan usaha dengan prinsip kelestarian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal – dan langkah awalnya adalah dengan menabur sebanyak 50 ribu benih ikan kapak yang berkualitas tinggi,” ujar Herlan.

Menurutnya, proses penaburan 50 ribu benih ikan kapak telah melalui tahap perencanaan yang matang, mulai dari pemilihan bibit hingga pengelolaan kualitas air tambak dilakukan secara cermat. Integrasi antara kegiatan wisata dan budidaya ikan diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi setiap pengunjung. Mereka tidak hanya bisa merasakan keseruan memancing ikan kapak di tambak, tetapi juga dapat belajar tentang proses budidaya ikan secara langsung dan berinteraksi dengan tim yang mengelola tambak.

“Kita akan menyediakan program edukasi singkat bagi pengunjung yang ingin memahami lebih dalam tentang cara merawat tambak, memilih bibit ikan yang baik, serta menjaga kualitas air agar mendukung pertumbuhan ikan. Semua ini sebagai bagian dari upaya kita untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sektor perikanan bagi kehidupan kita, terutama setelah kita berhasil menabur 50 ribu benih ikan kakap yang akan menjadi daya tarik utama di pulau ini,” jelasnya.

Sebagai penggagas Pulau Perancis, Herlan juga telah bekerja sama erat dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar untuk mengembangkan berbagai paket wisata yang menarik. Mulai dari paket wisata harian yang mencakup kunjungan ke pantai dan tambak memancing yang baru saja ditanami 50 ribu benih ikan, hingga paket menginap yang memungkinkan wisatawan untuk menikmati keindahan pemandangan malam dan suasana damai di Pulau Perancis.

Warga lokal pun memberikan respon positif terhadap peran Herlan sebagai penggagas pulau dan pemilik tambak. “Pak Herlan tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi kita di sini, tapi juga mengajarkan banyak hal tentang cara mengelola usaha dan menjaga kelestarian lingkungan. Kita sangat antusias menyaksikan perkembangan tambak yang sudah ditanami 50 ribu benih ikan kapak. Semoga dengan adanya berbagai program wisata ini, Pulau Perancis akan semakin dikenal luas dan membawa kebaikan bagi semua orang di daerah kita,” ujar Siti, salah satu warga yang bekerja sebagai petugas kebersihan di area wisata pulau.

Herlan berencana akan terus mengembangkan berbagai konsep kreatif untuk menggabungkan pariwisata dengan usaha produktif lainnya di Pulau Perancis. Ia berharap kedepannya pulau ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain tentang bagaimana mengembangkan ekonomi lokal melalui sektor wisata yang berkelanjutan, dengan hasil dari 50 ribu benih ikan kapak yang ditanam sebagai bukti konkret dari komitmennya untuk mengembangkan pulau tersebut.(Ri).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button