Amplang Batubara dan Gula Aren Genja Jadi Produk Unggulan Kutim yang Didukung Diskop UKM

Realitasindo.com – Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur terus mendorong lahirnya produk unggulan daerah sebagai identitas ekonomi lokal. Dua produk yang kini menjadi perhatian adalah Amplang Batubara dan Gula Aren Genja, keduanya dinilai memiliki karakter kuat dan ciri khas yang mampu mengangkat nama Kutai Timur di tingkat nasional.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, mengatakan bahwa penetapan produk unggulan dilakukan melalui proses kurasi dan penilaian terhadap keunikan serta daya saing. “Di Kutai Timur ada yang namanya Amplang Batubara. Itu ciri khas daerah. Kemudian ada Gula Aren Genja. Itulah yang kami dorong sebagai produk unggulan, jelasnya, Senin (1/12/2025).
“Menurut Teguh, tidak semua produk bisa dimasukkan sebagai produk unggulan karena persaingan di pasar nasional sangat ketat. Produk yang dipilih harus memiliki kekhasan agar mampu bersaing. “Tidak mungkin semua produk didorong sebagai unggulan. Banyak pesaing dari luar Kutai Timur, jadi kita harus memilih yang punya branding kuat,” ujarnya.
Diskop UKM memberikan pembinaan melalui pelatihan, kemasan, hingga fasilitasi perizinan bagi produk-produk tersebut. Teguh menyebutkan bahwa upaya penguatan brand lokal terus dilakukan agar dua produk unggulan itu memiliki nilai tambah dan daya tarik pasar yang lebih kuat.
“Kami ingin produk-produk ini benar-benar menjadi identitas daerah. Ini penting untuk memperkuat posisi Kutim di dunia UMKM,” katanya.
Selain pembinaan internal, Diskop UKM juga mendorong UMKM pemilik produk unggulan untuk mengikuti pameran dan business matching di luar daerah. Kegiatan ini dinilai efektif mempertemukan produsen dengan buyer potensial dari berbagai kota besar.
“Agar dikenal di tingkat nasional, produk unggulan harus tampil di pameran besar. Di situlah mereka bertemu buyer,” tambah Teguh.
Dengan langkah-langkah ini, Amplang Batubara dan Gula Aren Genja diharapkan menjadi ikon UMKM Kutai Timur yang mampu menembus pasar nasional dan bahkan berpeluang merambah pasar luar negeri.(adv/Diskominfo Kutim/Ridwan).




