
Oleh Choirun Nisa, S.Pd
Guru PAUD TKIT Daarussalam Sangatta
Realitasindo.com, KUTAI TIMUR – Rasa cinta tanah air harus dikenalkan sejak dini untuk membentuk karakter luhur, mengenalkan identitas budaya, serta melatih kemampuan sosial anak. Melihat perkembangan zaman, semakin banyak permainan yang menggunakan media digital sehingga sangat mengurangi kegiatan sosial anak. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kemampuan sosial anak yang berdampak pada kurang pedulinya anak terhadap lingkungan dan teman sebayanya. Maka dari itu, guru dan orang tua sangat berperan aktif dalam membantu dan mendukung tumbuh kembang anak dari segala aspek.
Salah satunya mengenalkan permainan tradisional Engklek yang dipadukan dengan media lokal yang kaya manfaat adalah permainan tradisional engklek. Selain melestarikan budaya, engklek dapat diubah menjadi sarana belajar aktif yang merangsang cara berpikir kritis, mengembangkan fisik motorik, serta kognitif pada anak.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan kemampuan berpikir anak. Pada masa usia dini, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga membutuhkan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna. Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan dalam pembelajaran PAUD adalah STEAM, yaitu Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Rekayasa), Arts (Seni), dan Mathematics (Matematika).
Pendekatan STEAM tidak mengajarkan kelima bidang tersebut secara terpisah, melainkan mengintegrasikannya dalam kegiatan bermain yang sesuai dengan perkembangan anak. Melalui STEAM, anak didorong untuk mengeksplorasi, bereksperimen, berkreasi, serta memecahkan masalah secara sederhana. Dalam konteks PAUD, STEAM lebih menekankan pada proses belajar daripada hasil akhir. Anak diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba, menemukan, dan menyampaikan ide-idenya secara kreatif.
Apakah peran guru dalam pendekatan ini
Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan lingkungan belajar yang aman, menarik, dan menantang. Guru memberikan pertanyaan terbuka, mendorong anak untuk mengeksplorasi, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan solusi sendiri tanpa terlalu banyak memberikan jawaban. Selain itu, guru perlu melakukan observasi terhadap proses belajar anak sehingga perkembangan kemampuan berpikir, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama dapat terdokumentasi dengan baik.
Inilah Penerapan STEAM pada PAUD
Penerapan STEAM memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Meningkatkan kreativitas dan inovasi anak.
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
- Melatih komunikasi dan kolaborasi.
- Menumbuhkan rasa percaya diri.
- Membantu anak memahami konsep melalui pengalaman nyata.
- Mempersiapkan anak menghadapi tantangan pembelajaran di masa depan.
Integrasi pendekatan STEAM dalam permainan tradisional engklek membuktikan bahwa anak dapat belajar konsep abstrak (seperti matematika dan sains) secara nyata, aktif, dan kontekstual tanpa kehilangan esensi bermain. STEAM merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang sangat sesuai diterapkan pada Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam kegiatan bermain, anak memperoleh pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Penerapan STEAM tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik dasar, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi yang menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi perkembangan zaman.
#Lomabaartikelguru
#ArtikelprotasGTK
#Gurumenulis




