DPRD Kaltim Soroti Minimnya Anggaran Perlindungan Anak

Realitasindo.com – Kebutuhan penguatan perlindungan anak di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian DPRD Kaltim seiring meningkatnya kasus kekerasan dan berbagai risiko sosial yang dihadapi anak. DPRD menilai langkah pemerintah daerah belum sebanding dengan kompleksitas persoalan yang terus berkembang.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti alokasi anggaran perlindungan anak yang dinilai masih sangat terbatas. Ia menyebut, dana yang dialokasikan hanya sekitar Rp 400 juta per tahun, jumlah yang dinilai tidak sepadan dengan tantangan yang dihadapi.
“Anggaran sebesar itu terlalu kecil jika melihat persoalan perlindungan anak yang semakin kompleks,” kata Andi Satya saat ditemui di Samarinda.
Menurutnya, persoalan anak saat ini tidak hanya berkaitan dengan kekerasan fisik, tetapi juga tekanan sosial dan risiko yang muncul akibat perkembangan teknologi. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan.
Andi menilai, keterbatasan anggaran berpotensi membuat program perlindungan anak berjalan tidak maksimal. Tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, upaya pencegahan dan penanganan kasus dikhawatirkan hanya bersifat reaktif.
Ia menegaskan bahwa perlindungan anak seharusnya menjadi prioritas bersama, bukan sekadar pelengkap program daerah. Dukungan anggaran yang kuat dinilai menjadi fondasi penting agar kebijakan dapat dijalankan secara konsisten.(adv/DPRD Kaltim)




