Berita DaerahHEADLINEKutai TimurPerumdam Tirta Tuah BenuaTERKINI

Perumdam TTB Kutim Kawal SPAM Regional Indominco untuk Perkuat Layanan Air Bersih

Realitasindo.com – Di wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim) ini, air bersih bukan sekadar urusan teknis, melainkan kebutuhan mendesak yang selama bertahun-tahun belum sepenuhnya terjawab. Pertumbuhan penduduk, geliat industri, dan meningkatnya aktivitas ekonomi membuat Kecamatan Teluk Pandan kian bergantung pada sistem penyediaan air yang andal dan berkelanjutan.

Situasi itulah yang mendorong Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim memastikan keterlibatan aktif dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco, sebuah proyek strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan air bersih jangka panjang di kawasan ini.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menegaskan bahwa SPAM Regional Indominco bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan fondasi penting bagi keberlanjutan layanan air minum di Kutai Timur.

“Kami mendukung penuh penyelenggaraan SPAM Regional Sistem Void Indominco. Proyek ini menjadi langkah krusial untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak dan berkesinambungan bagi masyarakat,” ujar Suparjan seperti di kutim pada 8 Desember 2025.

Teluk Pandan ditempatkan sebagai salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan sistem regional tersebut. Selain berdekatan dengan area operasional PT Indominco Mandiri (IMM), kecamatan ini berada di lintasan utama jaringan pipa transmisi. Selama ini, warga Teluk Pandan masih mengandalkan sumber air lokal dengan debit terbatas dan kualitas yang tidak selalu stabil, terutama pada musim-musim tertentu.

Melalui SPAM Regional Indominco, pola pemenuhan kebutuhan air bersih diharapkan berubah secara signifikan. Suplai air akan lebih terukur, kualitas lebih terjaga, dan pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak 2024 ini tergolong berskala besar. Pembangunan unit air baku dan jaringan transmisi diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp200 miliar, sementara unit produksi dan distribusi membutuhkan dana sekitar Rp140 miliar. Pendanaan proyek dilakukan secara kolaboratif oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PT Indominco Mandiri, serta Pemerintah Kabupaten Kutim pada 2025.

Dari sisi infrastruktur, SPAM Regional Indominco akan dilengkapi dengan intake air baku berkapasitas minimal 250 liter per detik, jaringan pipa transmisi sepanjang 26 kilometer, instalasi pengolahan air berkapasitas 249 liter per detik, serta jaringan pipa distribusi utama sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Untuk mendukung operasional, dua reservoir offtaker juga disiapkan dengan kapasitas masing-masing 200 liter per detik dan 49 liter per detik.

“Air adalah sumber kehidupan. Melalui proyek ini, kami berupaya menghadirkan layanan air minum yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas,” kata Suparjan.

Bagi masyarakat Teluk Pandan, kehadiran SPAM Regional Indominco diharapkan menjadi titik balik dalam pemenuhan kebutuhan dasar air bersih. Ketersediaan air yang lebih pasti diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup, penguatan ekonomi lokal, pengembangan pariwisata pesisir, hingga membuka ruang bagi investasi yang mensyaratkan kepastian pasokan air. (IM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button