ADVERTORIALDPRD Kalimantan TimurHEADLINETERKINI

DPRD Kaltim Soroti Perusda yang Dinilai Jadi Beban Anggaran

  1. Realitasindo.com — Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti kinerja sejumlah Perusahaan Daerah (Perusda) yang dinilai tidak memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menyebut banyak Perusda justru menjadi beban karena tidak mampu menghasilkan pendapatan sebanding dengan nilai penyertaan modal yang telah digelontorkan.

“Selama ini banyak Perusda mandul. Sudah diberi suntikan modal besar, tapi dividen yang masuk lebih kecil daripada bunga bank,” ujar Husni, Minggu (30/11/2025).

Melihat kondisi tersebut, Komisi II tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap seluruh Perusda di Kaltim. Husni menegaskan Perusda yang tidak mampu menghasilkan keuntungan lebih tinggi dari bunga bank sebaiknya ditutup.

“Kalau tidak bisa memberi hasil lebih besar dari bunga bank, ya lebih baik ditutup saja. Kita tarik, tidak perlu ada Perusda di situ. Banyak contohnya,” tegasnya.

Salah satu yang disorot adalah pengelolaan Hotel Royal Suite Balikpapan. Aset milik Pemerintah Provinsi Kaltim itu sudah diserahkan kepada salah satu Perusda, namun hingga kini tidak menunjukkan hasil yang diharapkan.

“Itu enggak bisa digerakkan. Saya sudah keras sekali. Dalam waktu dekat kami akan pasang plang dan ambil alih aset itu,” katanya.

Husni menyebut pihak pengelola hotel bahkan berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Meski demikian, Komisi II tetap bersikap tegas terhadap pengelolaan aset daerah yang tidak memberi kontribusi.

“Kalau kami di Komisi II tegas, ya kami tutup. Kita tarik kembali. Banyak provinsi lain sudah melakukan hal serupa. Silakan saja kalau mereka mau lanjut ke persidangan,” ucapnya.(adv/DPRD Kaltim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button