Agusriansyah Ingatkan Peran Keluarga Cegah Kekerasan Seksual

Realitasindo.com — Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agusriansyah Ridwan, menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mantan Duta Budaya Berau dengan menekankan bahwa persoalan utamanya bukan pada gelar pelaku, melainkan pada tindakan yang dilakukan. Ia menyebut kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di manapun dan melibatkan siapa pun, tanpa mengenal status sosial.
“Gelar itu hanya atribut. Yang harus dikecam adalah perbuatannya. Pelecehan seksual tidak bisa ditoleransi, baik menurut agama maupun norma sosial,” ujarnya, Minggu (30/11/2025). Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh terjebak menilai kasus dari status pelaku, tetapi harus fokus pada korban dan penanganannya.
Agusriansyah menilai pencegahan kekerasan seksual harus dimulai sejak dini, terutama melalui peran keluarga. Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari pola pengasuhan yang konsisten, kedekatan emosional dengan anak, serta nilai moral yang diajarkan dalam keluarga sehari-hari.
“Keluarga adalah pondasi. Jika dari kecil anak dibimbing dengan baik, kepribadiannya akan kuat dan mereka bisa membedakan perilaku yang benar dan salah,” jelasnya. Ia menilai lingkungan pergaulan yang sehat juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.
Ia juga menyinggung pentingnya edukasi moral yang tidak hanya diberikan di sekolah, tetapi juga dikuatkan dalam rumah. Orang tua, katanya, harus memahami bahwa perilaku anak di luar rumah merupakan refleksi dari pembinaan yang mereka terima di dalam rumah.
Selain pencegahan lewat pendidikan moral, Agusriansyah menilai penegakan hukum yang tegas tetap diperlukan. Ia menyebut prosedur hukum yang firm dan transparan akan memberikan efek jera serta memastikan korban mendapat perlindungan yang layak.(adv/DPRD Kaltim)




