Diskop UKM Kutim Genjot Pelatihan, Perizinan, dan Business Matching untuk UMKM Naik Kelas

Realitasindo.com – Upaya memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Berbagai program strategis seperti pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi perizinan, hingga kegiatan business matching dijalankan secara berkelanjutan untuk mendorong UMKM Kutim naik kelas.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku UMKM. “Kami banyak melakukan pelatihan-pelatihan, pendampingan, termasuk fasilitasi perizinan. Ini kita lakukan supaya UMKM semakin mandiri dan tertata,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Selain pendampingan teknis, dinas juga aktif mengikutsertakan UMKM dalam berbagai pameran dan temu bisnis. Melalui kegiatan business matching, UMKM memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan buyer dari berbagai wilayah.
“Business matching sangat penting. Produk-produk unggulan Kutai Timur harus bertemu dengan pembeli yang tepat, baik skala regional maupun nasional,” jelas Teguh.
Namun ia menegaskan bahwa Diskop UKM tidak mengambil alih proses pemasaran produk UMKM. Peran dinas lebih kepada fasilitator agar pelaku usaha mendapatkan jejaring pasar yang lebih luas. “Kalau kami yang melakukan pemasaran, itu bukan tugas kami. Kami hanya memfasilitasi pameran dan business matching, tempat mereka bertemu buyer,” tambahnya.
Program-program pemberdayaan ini mendapat respons positif dari pelaku UMKM yang merasakan dampak langsung berupa peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, hingga peluang pemasaran. Teguh menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dan seterusnya.
“Kami tetap menjalankan program pembinaan kepada UMKM. Pemberdayaan ini harus berkesinambungan karena UMKM adalah kekuatan ekonomi daerah,” kata Teguh menegaskan.
Diskop UKM meyakini bahwa UMKM Kutim memiliki potensi besar untuk berkembang, terlebih jika mendapatkan akses pasar lebih luas melalui pameran dan temu bisnis. Dengan penguatan program pengembangan kapasitas, UMKM diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.(adv/Diskominfo Kutim/Ridwan).




