Diskop UKM Kutim Berhasil Sehatkan 500 Koperasi Aktif dalam 3 Tahun

Realitasindo.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan capaian positif dalam memperkuat Kelembagaan koperasi. Dalam tiga tahun terakhir, Diskop UKM berhasil melakukan penyehatan dan pembinaan intensif sehingga jumlah koperasi aktif di Kutai Timur meningkat signifikan dari hanya 47 koperasi menjadi 500 koperasi aktif.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, mengungkapkan bahwa penyehatan koperasi menjadi prioritas utama demi memastikan badan usaha milik anggota ini kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
“Selama kurang lebih tiga tahun, kami telah melakukan penyehatan koperasi secara bertahap. Yang semula sekitar 40-an, sekarang sudah mencapai 500 koperasi aktif,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjannya. Senin (1/12/2025).
Menurut Teguh, proses penyehatan tidak mudah karena banyak koperasi menghadapi persoalan dasar, terutama administrasi dan keberlanjutan kepengurusan. “Dari total 1.400-an koperasi yang ada, banyak pengurusnya sudah pindah alam, sehingga dokumen-dokumennya tidak terdata dengan baik,” kata Teguh menjelaskan kondisi lapangan.
Selain itu, kelalaian koperasi dalam memenuhi kewajiban rutinnya juga menjadi penyebab banyak koperasi tidak aktif. “Salah satu masalah besar adalah mereka tidak melakukan rapat anggota tahunan. Kalau RAT saja tidak ada, bagaimana koperasi bisa berjalan?” tegasnya.
Diskop UKM kemudian melakukan pengawasan, monitoring, dan pembinaan intensif untuk mengembalikan fungsi koperasi. Pendampingan tidak hanya menyasar koperasi baru, tetapi juga koperasi lama yang perlu revitalisasi manajemen. “Kami terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar koperasi benar-benar sehat, baik secara administrasi maupun operasional,” tambah Teguh.
Pencapaian ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama karena peningkatan koperasi aktif turut berkontribusi pada penguatan ekonomi kerakyatan di Kutim. Pembinaan koperasi juga diproyeksikan terus berlanjut ke depan, termasuk bersinergi dengan program prioritas nasional mengenai penguatan koperasi desa dan kelurahan.
Dengan semakin banyak koperasi yang sehat dan aktif, diharapkan masyarakat Kutim memiliki lebih banyak pilihan lembaga ekonomi yang aman, transparan, dan mampu menjadi wadah pemberdayaan usaha anggota. Teguh menegaskan Diskop UKM akan terus menjaga momentum ini. “Kami ingin koperasi di Kutai Timur benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Itu komitmen kami,” tandasnya. (adv/Diskominfo Kutim/Ridwan).




