ADVERTORIALHEADLINEPemkab Kutai TimurTERKINI

Layani 150 Pasien Per Hari, Puskesmas Sangatta Selatan Tetap Optimal Meski Non-Rawat Inap

Realitasindo.com – Puskesmas Sangatta Selatan mencatat rata-rata kunjungan 150 pasien per hari, meski berstatus non-rawat inap. Tingginya jumlah pasien ini tidak mengurangi kualitas pelayanan, karena Puskesmas terus melakukan pembenahan sistem layanan, manajemen antrian, hingga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Kepala Puskesmas Sangatta Selatan, dr. Eko Handoyo, menegaskan bahwa status non-rawat inap bukan menjadi hambatan dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif.

“Walaupun tidak menyediakan rawat inap, Puskesmas Sangatta Selatan tetap mampu memberi layanan cepat, terukur, dan ramah bagi masyarakat. Kuncinya ada pada efisiensi alur pelayanan dan kesiapan SDM kami,” kata Eko, Rabu (26/11/2025).

Menurut Eko, rata-rata 150 pasien yang datang setiap hari dilayani melalui sejumlah poli dan program, seperti:
• Poli umum
• Poli gigi
• Poli KIA/KB
• Layanan imunisasi
• Layanan laboratorium
• Program kesehatan lingkungan
• Penanganan kasus-kasus penyakit menular dan tidak menular

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada penumpukan yang berarti. Sistem antrian dan manajemen loket kita benahi, sehingga pasien tetap merasa nyaman meski datang di jam sibuk,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, Puskesmas menambah jumlah tenaga kesehatan, melakukan pelatihan berkala, serta menata ulang alur kunjungan dari registrasi hingga pelayanan medis. Sarana penunjang seperti laboratorium, ruang tindakan, dan layanan kegawatdaruratan dasar juga terus diperkuat.

“Kita memiliki tenaga yang cukup, baik dokter, perawat, bidan, maupun tenaga gizi dan analis. Semua bekerja sesuai alur sehingga pelayanan tetap optimal,” kata Eko.

Eko menekankan bahwa sebagian besar kasus yang datang dapat ditangani secara rawat jalan. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut atau hospitalisasi, pasien langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan rawat inap.

“Puskesmas tetap berperan sebagai fasilitas pelayanan primer. Tugas kami melakukan screening, penanganan awal, dan memastikan rujukan berjalan lancar jika diperlukan,” ujarnya.

Ke depan, Puskesmas Sangatta Selatan berkomitmen meningkatkan digitalisasi pelayanan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, serta memperluas edukasi kesehatan masyarakat agar beban kunjungan dapat lebih seimbang.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan akses layanan yang mudah, cepat, dan tetap berkualitas. Status non-rawat inap tidak mengurangi komitmen kami untuk memberi layanan terbaik,” tutup dr. Eko.(adv/Diskominfo Kutim/Ridwan).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button