Puskesmas Sangatta Selatan Fokus Benahi Posyandu untuk Screening Kesehatan Masyarakat

Realitasindo.com – Puskesmas Sangatta Selatan terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah ini menjadi fokus utama karena Posyandu dinilai sebagai titik awal screening kesehatan yang menentukan cepat atau lambatnya penanganan suatu masalah kesehatan di masyarakat.
Kepala Puskesmas Sangatta Selatan, dr. Eko Handoyo, menjelaskan bahwa peningkatan fungsi Posyandu menjadi prioritas karena menyangkut pemantauan kesehatan kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, serta lansia.
“Posyandu adalah ujung tombak UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat). Dari sanalah kami mengetahui lebih awal status kesehatan warga,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Melalui Posyandu, petugas dapat mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan, mulai dari stunting, gizi buruk, hingga komplikasi pada ibu hamil. Data dari Posyandu menjadi rujukan awal untuk menentukan apakah seseorang perlu pemeriksaan lanjutan di Puskesmas.
“Kalau ada masalah, barulah dirujuk ke Puskesmas untuk tindakan lebih lanjut. Output Posyandu menentukan langkah penanganan selanjutnya,” jelas dr. Eko.
Puskesmas Sangatta Selatan terus mendorong kolaborasi erat dengan Pemerintah Desa dan para kader kesehatan. Posyandu yang berada di ranah desa membutuhkan dukungan administratif maupun sarana prasarana agar dapat beroperasi dengan optimal.
“Pemdes punya peran besar karena Posyandu itu domain desa. Kami butuh kerja sama kuat agar pembinaan, pencatatan, dan pelayanan bisa berjalan baik,” katanya.
Meski peran Posyandu sangat penting, tingkat kunjungan masih jauh dari ideal. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar 30 persen bayi dan balita di Sangatta Selatan yang rutin datang ke Posyandu. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya cakupan imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang anak.
“Jika hanya 30 persen yang datang, maka data kesehatan masyarakat tidak akan menggambarkan kondisi sebenarnya,” tegas dr. Eko.
Untuk mengatasi masalah ini, Puskesmas aktif mengedukasi masyarakat melalui kader dan tokoh lingkungan agar orang tua lebih sadar pentingnya pemeriksaan rutin di Posyandu, terutama untuk vaksinasi dan pemantauan tumbuh kembang.
“Kami terus mengingatkan bahwa Posyandu bukan hanya tentang timbang bayi. Itu pintu awal menjaga anak tetap sehat,” tambahnya.
Puskesmas Sangatta Selatan memastikan pembenahan Posyandu akan terus dilakukan, baik melalui pelatihan kader, peningkatan fasilitas, hingga pendampingan reguler oleh tenaga kesehatan.
“Kami ingin Posyandu benar-benar jadi pusat penggerak kesehatan masyarakat. Jika Posyandu kuat, masyarakat juga lebih sehat,” tutup dr. Eko.(adv/Diskominfo Kutim/Ridwan).




