Berstatus BLUD, Puskesmas Sangatta Selatan Pastikan Ketersediaan Obat Tanpa Kendala

Realitasindo.com – Puskesmas Sangatta Selatan memastikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat tetap optimal tanpa mengalami kekurangan obat. Hal ini dimungkinkan karena Puskesmas telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang memberikan keleluasaan dalam pengelolaan anggaran termasuk pengadaan obat secara mandiri.
Kepala Puskesmas Sangatta Selatan, dr. Eko Handoyo, menjelaskan bahwa status BLUD membuat pihaknya lebih fleksibel dalam menyediakan obat sesuai kebutuhan pasien.
“Alhamdulillah, untuk ketersediaan obat tidak ada kendala. Karena kami BLUD, kami bisa menganggarkan dan mengadakan obat sendiri,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Dalam sistem BLUD, Puskesmas tidak harus menunggu pasokan obat dari Dinas Kesehatan. Ketika stok obat tertentu di dinas kosong, Puskesmas dapat melakukan pengadaan langsung sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Kalau dinas kosong, kami tetap bisa belanja sendiri. Ini penting agar pelayanan tidak berhenti. Jadi apa pun indikasi penyakitnya, obatnya selalu tersedia,” kata dr. Eko.
Dengan jumlah kunjungan yang mencapai sekitar 150 pasien per hari, ketersediaan obat menjadi aspek krusial. Model pengelolaan berbasis BLUD terbukti menjaga kontinuitas layanan, terutama untuk penyakit-penyakit umum seperti ISPA, diare, hipertensi, hingga penanganan kasus TBC yang membutuhkan obat rutin.
“Tiap hari kunjungan ramai. Tapi pelayanan tetap lancar karena stok obat aman,” tambahnya.
Pengelolaan anggaran secara mandiri juga membuat Puskesmas dapat menyesuaikan pengadaan obat dengan kebutuhan riil di lapangan. Hal ini berdampak pada efisiensi anggaran dan percepatan penyaluran obat kepada pasien.
“Kami bisa menyesuaikan jenis dan jumlah obat sesuai kebutuhan wilayah. Itu membuat pelayanan jauh lebih efektif,” jelas dr. Eko.
Dengan dukungan tenaga medis lengkap dan kemampuan pengelolaan obat yang lebih cepat, Puskesmas Sangatta Selatan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan terpercaya.
“Kami ingin masyarakat merasa aman. Mereka tidak perlu khawatir kehabisan obat ketika berobat ke Puskesmas,” tegasnya.(adv/Diskominfo Kutim/Ridwan).




