Pendampingan Legalitas, dan Pelatihan Digital Serta Inovasi Jadi Jalan UMKM Kutim Menuju Pasar Lebih Luas

Realitasindo.com -Dinas Koperasi UMKM (Diskopumkm) Kabupaten Kutai Timur konsisten memperkuat pelaku usaha lokal dengan memfasilitasi pengurusan legalitas usaha, mulai dari perizinan dasar, PIRT, hingga sertifikat halal, sekaligus memberikan pelatihan pemasaran digital dan kewirausahaan. Program ini telah menyasar ratusan UMKM dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional.
Hal ini senada dengan penyampaian Kepala Dinas Diskopumkm Kutim, Ir. Teguh Budi Santoso M.T., mengatakan bahwa;
“Terkait UMKM, kami banyak melakukan pelatihan, bahkan ada yang sampai sertifikat halal. Kemudian produk mereka yang telah lengkap perizinannya kami berikan pelatihan agar dapat berinovasi. Kami juga melakukan bisnis matching, dimana kami mencarikan hingga mempertemukan dengan pembeli, ada yang dari luar negeri juga”, kata Kadis Diskopumkm saat diwawancarai diruangannya
Salah satu pelaku UMKM binaan Diskopumkm Kutim yaitu Sabil 45 tahun, pemilik Madu Kelulut Borneo, yang merupakan UMKM dari Kecamatan Sangatta Selatan.
Sabil, pelaku usaha madu kelulut asal Sangatta Selatan, menjadi salah satu UMKM yang merasakan manfaat langsung dari program fasilitasi legalitas usaha dan pelatihan kewirausahaan serta pemasaran digital oleh Diskopumkm Kutim. Sebelum mengikuti program tersebut, ia hanya menjual hasil panen madu dengan kemasan sederhana tanpa merk, tanpa izin, dan dipasarkan sebatas dari mulut ke mulut.
Setelah mengikuti rangkaian pelatihan itu, Sabil kini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikasi halal. Ia juga telah mendapatkan pendampingan dalam pembuatan label dan kemasan yang sesuai standar, dan branding produk agar dapat dipasarkan secara luas.
“Pelatihan-pelatihan yang diberikan itu seperti cara mengelola bisnis, keuangannya. Saya sebagai pelaku UMKM sangat berterimakasih pada Diskopumkm yang telah membantu terkait perizinan hingga sertifikat halal secara gratis, kemudian pelatihannya juga, dibantu juga untuk pemasaran produk dan promosi. Kadang juga saya dibawa untuk mengikuti expo luar kota seperti di Surabaya”, ucap Sabil saat diwawancarai.
Sabil juga berharap agar pembinaan Diskopumkm tetap berlanjut, agar para pelaku UMKM dapat terus meningkatkan kualitasnya.
Diskopumkm Kutim berencana melanjutkan program ini ke kecamatan lain, dengan prioritas pada UMKM yang memiliki potensi pasar dan mampu menyerap tenaga kerja. Pemkab menilai penguatan sektor UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah.(Adv diskominfo Kutim /Fredy




