ADVERTORIALHEADLINEPemkab Kutai TimurTERKINI

Bupati Kutim Lantik Kades Sepaso Selatan Antar Waktu dan Anggota BPD, Dorong Sinergi Jalankan 50 Program Unggulan

Realitasindo.com – Bupati Kutai Timur (Kutim), H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, secara resmi melantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Sepaso Selatan bersama anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sepaso dan Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Senin (3/11/2025) pagi.

Acara pelantikan berlangsung khidmat di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur serta tokoh masyarakat setempat. Prosesi pengambilan sumpah jabatan menandai dimulainya amanah baru bagi para pemimpin desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penting kepada seluruh perangkat desa agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur.

“Saya berharap seluruh perangkat desa dapat menjalankan 50 program unggulan Kabupaten Kutai Timur secara konsisten dan bersama-sama demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program-program ini dirancang untuk memperkuat pemberdayaan dan mempercepat kemajuan desa secara berkelanjutan,” ujar Bupati Ardiansyah.

Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kepala Desa, BPD, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada hasil nyata. Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pelayanan publik di desa.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga menegaskan bahwa pelaksanaan 50 program unggulan Kutai Timur merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah kabupaten.

“50 program unggulan menjadi tanggung jawab pemerintah, dan yang kedua menjadi tanggung jawab kita bersama — terutama para pejabat pemerintah, baik eselon dua, tiga, pejabat kecamatan, sampai pada linmas desa dan pemerintahan tingkat RT,” tegasnya.

Ardiansyah optimistis, dengan kerja sama dan komitmen seluruh lapisan birokrasi hingga tingkat akar rumput, program tersebut dapat memberikan hasil nyata dalam waktu relatif singkat.

“Mudah-mudahan dalam tiga tahun, sejak 2025 hingga 2028, kita bisa melihat dampak yang signifikan. Semoga saja 80 persen angka kemiskinan di lingkungan RT dapat diselesaikan,” harap Ardiansyah.(ADV Pemkeba Kutim/Im)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button