ADVERTORIALDPRD Kalimantan TimurHEADLINETERKINI

Kekurangan Ahli Gizi Jadi Penghambat Serius Penanganan Stunting di Kaltim

Realitasindo.com – Persoalan keterbatasan tenaga ahli gizi kembali menjadi sorotan dalam upaya menekan angka stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) Meski berbagai program pencegahan telah dijalankan, minimnya sumber daya manusia di bidang gizi membuat layanan di tingkat lapangan belum berjalan optimal.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menilai ketimpangan jumlah ahli gizi dengan jumlah penduduk menjadi hambatan utama dalam percepatan penanganan stunting. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Kaltim.

“Rasio ahli gizi kita masih jauh dari ideal. Kalau ini tidak segera dibenahi, dampaknya akan terus terasa pada pelayanan kesehatan dasar,” kata Ananda.

Ia menjelaskan, standar ideal pelayanan gizi adalah 35 tenaga ahli gizi untuk setiap 100 ribu penduduk. Namun di Kalimantan Timur, jumlah yang tersedia saat ini baru sekitar 13 orang untuk jumlah penduduk yang sama.

Dengan populasi Kaltim yang mencapai kurang lebih 4 juta jiwa, jumlah tenaga ahli gizi yang tercatat sekitar 503 orang dinilai belum memadai untuk menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah dengan akses yang sulit.

“Angka ini jelas belum cukup, apalagi untuk daerah yang secara geografis berjauhan dan membutuhkan pendampingan intensif,” ujarnya.

Ananda menambahkan, keterbatasan tenaga gizi berdampak langsung pada pemantauan tumbuh kembang anak serta pelaksanaan intervensi gizi spesifik yang seharusnya dilakukan secara berkelanjutan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menambah dan mendistribusikan tenaga ahli gizi secara lebih merata agar upaya penurunan stunting di Kaltim berjalan lebih efektif.(adv/DPRD Kaltim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button