DPRD Kaltim Minta Seleksi Duta Budaya Diperketat Usai Kasus Berau

Realitasindo.com — Kasus dugaan penyimpangan seksual yang menyeret mantan Duta Budaya Berau kembali mengundang sorotan. DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menilai insiden tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam menyelenggarakan pemilihan Duta Budaya. Gelar yang seharusnya menjadi simbol integritas generasi muda justru tercoreng akibat perilaku oknum mantan penyandangnya.
Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan meminta instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi. Ia menilai mekanisme pemilihan selama ini masih memiliki celah, baik pada aspek kriteria, asesmen, maupun verifikasi latar belakang peserta. Menurutnya, penyelenggara tidak bisa lagi hanya menonjolkan sisi kompetisi tanpa mempertimbangkan karakter peserta.
“Setiap perangkat daerah harus lebih selektif. Kriteria, asesmen, dan aspek pendukung lainnya wajib diperbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Agusriansyah, Minggu (30/11/2025).
Agusriansyah menilai evaluasi penting dilakukan karena figur Duta Budaya sering kali diperlakukan sebagai representasi nilai kearifan lokal. Ketika seseorang terpilih, publik menaruh harapan besar bahwa sosok tersebut mampu mencerminkan budaya daerah secara positif. Karena itu, penyaringan peserta harus memastikan mereka memiliki rekam jejak baik dan integritas kuat.
Ia juga meminta penyelenggara tidak hanya berhenti pada perbaikan teknis. Pendampingan, pembinaan, dan edukasi etika bagi finalis dan pemenang harus menjadi bagian dari kurikulum kegiatan. Hal ini dianggap penting agar gelar tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga tanggung jawab moral bagi penerimanya.
Menurutnya, pemerintah daerah dan panitia penyelenggara perlu mengadopsi sistem asesmen yang lebih profesional, termasuk melibatkan psikolog atau ahli lain untuk memastikan peserta memahami etika publik. Langkah ini, katanya, bisa menjadi penguatan agar Duta Budaya tidak hanya unggul secara penampilan, tetapi juga perilaku.
Agusriansyah berharap evaluasi segera dilakukan dan diterapkan menyeluruh di seluruh kabupaten/kota. Ia menegaskan bahwa citra Duta Budaya sebagai ikon pemuda Kaltim harus dijaga melalui proses seleksi yang lebih terukur dan bertanggung jawab.(adv/DPRD Kaltim)




