Hasanuddin Mas’ud Ingatkan Risiko Fatal Jika Fender Jembatan Mahakam Tak Segera Diperbaiki
Realitasindo.com, Samarinda— Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim )Hasanuddin Mas’ud, menyoroti serius potensi bahaya pada Jembatan Mahakam apabila perbaikan fender dan dolphin tidak ditangani segera oleh BPJN Kaltim. Dalam RDP bersama Komisi II DPRD Kaltim, Rabu (26/11/2025), ia menekankan bahwa struktur pelindung ini berperan vital untuk menjaga jembatan dari benturan kapal.
Politisi Golkar itu menyebut bahwa kerusakan fender pascainsiden tabrakan tongkang pada Februari 2025 tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan bahwa tanpa fender yang berfungsi optimal, pondasi jembatan berada dalam kondisi rawan jika kembali terjadi benturan.
“Risikonya fatal. Kita bicara keselamatan puluhan ribu pengguna jembatan setiap hari,” katanya.
Ia juga mempertanyakan status aset fender dan dolphin yang hingga kini belum memiliki kejelasan. Menurutnya, ketidakjelasan status aset berpengaruh langsung pada penentuan tanggung jawab perbaikan. Jika tidak ada penetapan aset yang jelas, maka tidak ada jaminan siapa yang wajib memperbaiki ketika terjadi kerusakan.
Hasanuddin mendorong dilakukannya audit independen untuk memastikan tata kelola aset, pola perawatan, hingga tanggung jawab ketika terjadi insiden. Ia menilai audit penting agar pemerintah tidak sekadar mengandalkan laporan internal dan dapat memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Dalam rapat itu, ia juga menyinggung progres perbaikan yang berjalan lambat. Dengan nilai kontrak Rp27 miliar yang ditandatangani Oktober 2025, progres fisik baru berada di angka 6 persen. Hasanuddin berharap BPJN segera mempercepat pekerjaan agar tidak terjadi penundaan hingga awal tahun depan.
Ia menegaskan bahwa DPRD tidak ingin perbaikan fender hanya menjadi proyek berjalan lambat tanpa kejelasan penanganan. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan jaminan keselamatan dan kepastian bahwa Jembatan Mahakam dalam kondisi aman.(adv/DPRD Kaltim)




