Disdamkarmat Kutim Susun Peta Risiko Kebakaran, Bidik Pencegahan Berbasis Data

Realitasindo.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kutai Timur (Kutim) mulai membangun fondasi baru dalam mitigasi kebakaran: peta risiko kebakaran untuk seluruh kecamatan. Langkah ini menandai perubahan pendekatan dari sekadar respons darurat menuju pencegahan terukur yang berbasis data.
Kepala Disdamkarmat Kutim, Failu, mengatakan pemetaan risiko itu mencakup kajian kepadatan penduduk, tata guna lahan, kondisi geografis, hingga keberadaan sumber air di wilayah rawan. “Kami ingin memiliki data akurat tentang tingkat kerawanan kebakaran di setiap kecamatan, sehingga langkah pencegahan bisa lebih tepat sasaran,” ujar Failu, Rabu (12/11/2025).
Peta tersebut akan menjadi dasar penentuan kebijakan, mulai dari lokasi pos pemadam baru, jalur evakuasi, pengembangan hidran umum, hingga desain pelatihan mitigasi bagi masyarakat. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Bupati Kutai Timur yang menekankan pentingnya pencegahan dini ketimbang hanya mengandalkan penanganan saat kebakaran terjadi.
Tak bekerja sendiri, Disdamkarmat menggandeng pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan kelompok masyarakat peduli lingkungan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk membangun sistem mitigasi yang hidup dan melibatkan warga sebagai aktor utama. “Pencegahan kebakaran tidak bisa dilakukan sendiri oleh Damkar, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” ucap Failu.
Selain permukiman, peta risiko juga memasukkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau. Data kerawanan ini akan diintegrasikan dengan sistem peringatan dini (early warning system) agar respons lapangan lebih cepat.
Disdamkarmat juga merancang simulasi kebakaran berbasis kecamatan. Pola pelatihan dan peralatan akan disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah, sehingga strategi mitigasi lebih relevan dan efektif.
Failu menargetkan pemetaan risiko itu rampung tahun depan. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi pijakan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah, khususnya terkait sarana proteksi kebakaran dan penguatan kapasitas masyarakat. Ia berharap langkah ini dapat memperkuat kesiapsiagaan Kutai Timur sebagai daerah yang rawan terhadap berbagai jenis kebakaran.
Langkah strategis ini menegaskan perubahan kultur kerja Disdamkarmat Kutim: tak hanya hadir ketika sirine berbunyi, tapi bekerja di belakang layar merancang pencegahan demi keselamatan warga. (Adv (Diskominfo Kutim )Imr




