Puskesmas Sangatta Selatan Utamakan Pelayanan Humanis: “Kami Menganggap Pasien Sebagai Keluarga”

Realitasindo.com – Puskesmas Sangatta Selatan menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga humanis. Pendekatan ini menjadi salah satu prinsip utama yang diterapkan seluruh tenaga kesehatan, mulai dari loket pendaftaran hingga poli pelayanan.
Kepala Puskesmas Sangatta Selatan, dr. Eko Handoyo, mengatakan bahwa pelayanan humanis berperan besar dalam meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat.
“Kami menganggap pasien sebagai keluarga. Dengan pendekatan itu, mereka lebih mudah terbuka, lebih nyaman, dan itu sangat membantu proses pelayanan,” ujar Eko, Rabu (26/11/2025).
Menurut Eko, pelayanan humanis dimulai dari sikap petugas yang selalu menyapa, mendengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian, hingga memastikan alur layanan berjalan tanpa membuat masyarakat merasa terburu-buru atau diabaikan.
“Kadang pasien datang bukan hanya untuk berobat, tetapi juga butuh didengarkan. Sentuhan empati membuat mereka lebih tenang,” jelasnya.
Untuk memastikan standar layanan humanis terlaksana, Puskesmas rutin memberikan pengarahan dan pembinaan internal kepada tenaga kesehatan. Fokusnya pada komunikasi efektif, empati, serta etika pelayanan publik.
“Kami tekankan bahwa keramahan bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari terapi. Pasien yang merasa dihargai akan lebih kooperatif dan lebih cepat pulih,” tambah Eko.
Pendekatan ini disebut berdampak pada meningkatnya kepuasan masyarakat, terutama di tengah tingginya jumlah kunjungan harian yang mencapai sekitar 150 pasien. Meski sibuk, tenaga kesehatan tetap menjaga ritme pelayanan agar tetap personal dan tidak kaku.
“Kami berusaha agar setiap pasien merasa diperhatikan. Walaupun ramai, pelayanan tidak boleh berubah menjadi mekanis,” ucap Eko.
Ke depan, Puskesmas Sangatta Selatan berencana mengintegrasikan pendekatan humanis dengan penguatan pelayanan berbasis digital untuk mempercepat proses tanpa menghilangkan sentuhan personal.
“Teknologi membantu mempercepat alur, tapi sikap humanis tetap harus dijaga. Itu nilai yang ingin kita pertahankan,” tutup dr. Eko.(adv/Diskominfo Kutim/Ridwan).




