Kasus Siswa Patah Tulang di Samarinda Masuk Agenda Komisi IV DPRD Kaltim

Realitasindo.com— Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan akan menelaah kasus patah tulang yang dialami seorang siswa SD di Samarinda. Anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menyebut insiden tersebut tidak bisa dianggap sepele karena terjadi di lingkungan sekolah yang semestinya berada dalam pengawasan tenaga pendidik.
“Kasus ini menunjukkan adanya persoalan dalam dunia pendidikan kita. Komisi IV akan membahasnya secara khusus, terutama terkait potensi kekerasan yang masih terjadi di sekolah,” kata Syahariah, Minggu (30/11/2025).
Syahariah mengaku heran kejadian tersebut tidak terdeteksi sejak awal, padahal berlangsung di area yang ramai dan dekat dengan aktivitas belajar mengajar.
“Bagaimana perkelahian bisa terjadi sampai menyebabkan patah tulang tapi tidak ada yang mengetahui? Ini sekolah, tempat banyak orang. Logikanya, ada guru atau teman-temannya yang melihat. Sangat berbeda jika kejadiannya di lokasi terpencil,” ujarnya.
Menurutnya, insiden tersebut menjadi sinyal bahwa fungsi pengawasan di sekolah belum berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga menjaga ruang belajar tetap aman.
“Guru itu bukan hanya menyampaikan materi. Mereka juga harus memastikan situasi sekolah terpantau dan membina karakter siswa. Pengawasan ini tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Syahariah turut menyoroti perilaku sebagian guru yang dinilainya mulai longgar dalam menjalankan tugas. Ia mengkritik praktik guru yang hanya hadir untuk absen, memberikan tugas, dan kemudian meninggalkan kelas tanpa pendampingan.
“Sekarang ini saya masih melihat ada guru yang hanya menulis pelajaran di papan, lalu mengobrol atau mengurus hal lain. Siswa akhirnya dibiarkan tanpa perhatian. Ini perlu menjadi perhatian semua pihak,” tutupnya.(adv/DPRD Kaltim)




