Puskesmas Sangatta Utara Siapkan Rumah Rehabilitasi Gizi untuk Percepat Penanganan Stunting

Realitasindo.com – Puskesmas Sangatta Utara bersiap membangun rumah rehabilitasi gizi sebagai upaya memperkuat intervensi terhadap kasus gizi buruk dan stunting yang masih ditemukan di wilayah tersebut. Fasilitas ini dirancang menjadi pusat layanan terpadu, mulai dari pemulihan gizi hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Kepala Puskesmas Sangatta Utara, drg. Rina Puspita, mengatakan pembangunan rumah rehabilitasi gizi merupakan langkah lanjutan dari program penanganan stunting yang selama ini berjalan. “Kami ingin memastikan penanganan gizi tidak berhenti pada pendataan, tetapi diwujudkan dalam aksi yang memberi perubahan nyata,” ujar Rina. Senin (10/11/2025)
Pendanaan pembangunan rumah rehabilitasi gizi berasal dari dukungan perusahaan yang telah memastikan komitmennya pada tahun ini. Rehabilitasi bangunan dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan beroperasi pada tahun mendatang. Lokasinya berada di kawasan Sangatta Utara, tak jauh dari sejumlah fasilitas pendidikan.
Rina menjelaskan, rumah rehabilitasi gizi akan difungsikan ganda. Selain menjadi tempat pemulihan anak-anak dengan gizi buruk, fasilitas ini juga disiapkan sebagai pusat edukasi mengenai gizi seimbang. Ia menilai keterlibatan masyarakat, terutama orang tua dan remaja, menjadi kunci keberhasilan intervensi.
Selama ini, Puskesmas Sangatta Utara menjalankan sejumlah kegiatan penanganan gizi, seperti pemberian makanan tambahan (PMT), tablet tambah darah untuk remaja putri, serta kelas edukasi bagi ibu hamil dan orang tua balita. Petugas juga rutin melakukan kunjungan rumah dan validasi data anak berisiko stunting guna memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Dukungan dari Dinas Kesehatan Kutai Timur memperkuat program yang dijalankan. Bantuan pangan bergizi dan susu diberikan kepada anak-anak dengan status gizi buruk. Beberapa di antaranya kini tercatat mengalami peningkatan ke kategori gizi kurang—perkembangan yang dinilai sebagai indikator positif dari intervensi yang dilakukan.
Meski gedung Puskesmas Sangatta Utara belum sepenuhnya memenuhi standar pelayanan, kualitas layanan tetap dijaga. Survei kepuasan masyarakat menjadi acuan evaluasi, sementara keberadaan tenaga kesehatan berstatus P3K turut memastikan kesinambungan program.
Rina berharap kehadiran rumah rehabilitasi gizi dapat menjadi tonggak baru dalam penanganan stunting di Sangatta Utara. Dengan fasilitas yang lebih memadai dan edukasi yang berkesinambungan, ia optimistis generasi muda di wilayahnya dapat tumbuh lebih sehat.(adv/Diskominfo Kutim).Imr




